Sabtu, 31 Juli 2010

belajar setia dari kisah seekoar anjing dan majikan nya (HACHIKO)

Hachikō

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hachikō
Hachiko.JPG
Hachikō di usia senja
Spesies Anjing
Ras Akita Inu
Jenis kelamin Jantan
Lahir 10 November 1923
Dekat kota Ōdate, Prefektur Akita
Mati 8 Maret 1935 (umur 12 tahun)
Shibuya, Tokyo
Makam Museum Sains Nasional Jepang di Ueno, Tokyo.
Pemilik Hidesaburō Ueno
Warna Putih

Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.

Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Kisah hidup

Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya

Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Opset tubuh Hachikō di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Tokyo
Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachikō

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Patung Hachikō di depan Stasiun Ōdate

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Sabtu, 17 Juli 2010

Bukan Sayur Asem Bila Tanpa Buah Asem

Sayur Asem (resep.dekap.com/sayurasem.php)

Sayur asem selalu identik dengan buah asem sebagai penambah rasa. Maka itulah dinamakan sayur asem. Tetapi bisa saja buah asem diganti dengan jenis bumbu lain yang berasa asam seperti jeruk nipis. Tetap saja kurang lengkap identitas penamaan sayur asem bila tanpa buah asem.

Hal ini berlaku juga dengan perjalanan spirituil saya ke Sanghyang Sirah. Ada beberapa tulisan tentang perjalanan ke sana lengkap dengan foto-fotonya. Tetapi sebagai pelengkap untuk menambah kesempurnaan perjalanan tersebut maka saya akan menampilkan 2 buah video yang mungkin dapat memuaskan keingintahuan pembaca. Memang sich ada yang sebel dengan saya tapi biarlah. 2 buah video ini bisa menjadi pembuka pengetahuan yang lagi sebel untuk lebih mempersiapkan diri bila benar-benar ingin berkunjung ke Sanghyang Sirah. Selamat Menikmati.



sumber : http://ruddabby.wordpress.com/2010/04/23/bukan-sayur-asem-bila-tanpa-buah-asem/

Minggu, 20 Juni 2010

menulis hurup arab di microsoft word

Mungkin anda sempat bertanya-tanya atau bingung, kok bisa ya nulis arab seperti kita mengetik biasa. Ga usah khawatir, berikut ini akan aku jelasin, bagaimana setting Ms Word agar dapat menulisksn bahasa arab dengan OS Windows XP

Langkah 1

Siapkan dahulu CD Installer Windows XP

Kemudian install Bahasa, dengan langkah sbb :

1. Control panel > Regional and Language Options
2. Klik tab "Languages"
3. check checkbox "Install files for complex script and right to left language (including Thai)". Jika ada kotak dialog pilih aja OK.
4. Klik tombol "OK", jika diminta untuk memasukkan CD installer Windows XP. Masukkan aja.
5. Restat Komputer

www.hariesdesign.com

Langkah 2

Kemudian mengaktifkan keyboard Arabic

1. Buka Control panel --> Regional and Language Options
2. Klik tab "Languages", kemudian klik tombol "Details..."
3. Klik tombol "Add" dan pilih input language: Arabic (Saudi Arabia), kemudian OK.

www.greatlistdirectory.com

Perhatikan pada box Installed Services sekarang ada tambahan AR Arabic (Saudi Arabia) atau di sebelah kiri Systray sekarang ada Language bar, yang mana bisa kita switch antara keyboard EN (English) dan AR (Arabic). Sekarang kita sudah bisa menulis arabic dengan aplikasi apapun ketika languagenya kita set ke arabic. Bisa dengan notepad, OpenOffice Write, CorelDraw,bahkan ke dalam kotak content seperti sekarang ini.

www.e-howdowedo.com


Langkah 3

Selanjutanya ketika kita buka Microsoft Word kita akan mendapati tombol Left to Right dan Right to left pada toolbar Formatting. Biasanya letaknya di sebelah kanan tombol Line Spacing.

Sekarang kita tambahkan sekalian tombol Keyboard Language supaya gampang diakses. Caranya:

1. Klik Tools --> Costumize
2. Klik Tab "Command"
3. Pilih Kategori "Format"
4. Cari Icon "Keyboard Language" dan drag n drop ke sebelah kanan tombol "Right to Left"

www.hariesdesign.com

Selesai


http://uangmayainternet.blogspot.com/2008/08/menulis-huruf-arab-di-ms-word.html

cegukan menyerangku!!!

Cegukan terlihat sepele, namun bila sudah berlangsung lama, menunjukkan ada 
sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Karena tidak hanya menyangkut 
tenggorakan, tapi juga organ-organ lain. Termasuk di dalamnya otot-otot 
diagfragma, katup di tenggorokan, dan susunan saraf pusat (otak). Serta saraf 
tepi.

Cegukan, dalam bahasa medisnya disebut Hiccup, disebabkan oleh kontraksi sekat 
rongga tubuh, atau kerap disebut diagfragma, yang terjadi secara mendadak. 
Kontraksi ini menimbulkan tarikan napas yang diakhiri secara refleks oleh 
tertutupnya lubang di antara kedua pita suara.  Tarikan napas akibat 
tertutupnya lubang tersebut menimbulkan suara khas waktu cegukan. Kejadian ini 
dapat timbul satu kali, dapat pula berupa rangkaian yang tak dapat 
dikendalikan. 

Normalnya, saat kita menarik napas, otot-otot diafragma akan turun, dan saat 
itu pula katup tenggorokan membuka, sehingga udara yang menekan ke atas tidak 
akan berbunyi. Akan tetapi, pada cegukan, saat menarik napas, terjadi kontraksi 
atau bahasa awamnya kram pada otot diafragma dan otot-otot antara tulang iga. 
Akibatnya, keduanya akan naik. Pada saat bersamaan, epiglotis (katup/klep di 
tenggorokan) pun tertutup, sehingga udara dari diagfragma yang naik ke atas 
akan menekan klep ini. Akibatnya, terjadilah cegukan. 

Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung 
refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini 
mengatur jalur pernafasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya 
klep ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau saraf tepi, namun 
merupakan respon dari keduanya yang terganggu.

Oleh karena saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di 
dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh penyakit yang serius. 
Sehingga, cegukan dapat pula menjadi gejala adaya radang di perut, penyakit di 
ginjal, masalah hati atau tumbuhnya tumor di leher yang mengganggu saraf, yang 
kemudian mengirim respon sehingga muncullah cegukan.

Pada dasarnya, cegukan itu ada 2 jenis. Jenis pertama disebut dengan cegukan 
ringan dan hanya berlangsung 1-2 jam, kemudian hilang sendiri. Penyebabnya 
paling sering karena adanya regangan di lambung; perubahan cuaca yang mendadak, 
dari panas ke dingin atau sebaliknya; memakan makanan yang terlalu panas atau 
dingin; minum alkohol, merokok atau mengalami stres.

Sedangkan jenis kedua, adalah cegukan permanen. Cegukan ini terjadi terus 
menerus, tak hanya berhari-hari atau berbulan-bulan, tapi juga bertahun-tahun. 
Cegukan jenis merupakan tanda atau gejala adanya gangguan di otak seperti 
gejala tumor di batang otak; gejala stroke, pada penderita stroke sering timbul 
cegukan; adanya infeksi di susunan saraf pusat; adanya herpes di dada sehingga 
mengganggu saraf tepi.

Di samping itu,u juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes 
dan hipertensi. Atau penderita kelainan ginjal, karena urenia. Juga karena 
gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti 
steroid atau obat tidur.

Di lihat dari jenisnya, kemungkinan besar cegukan bapak anda berasal dari 
penyakit darah tinggi dan kencing manis. Komplikasi dari kedua penyakit ini 
memang bisa merusak metabolisme tubuh dan menekan saraf-saraf di otak, 
khususnya susunan saraf pusat sehingga tidak berfungsi sebagaimana adanya. 
Tidak mengherankan jika cegukan itu bisa berlangsung sampai lama.

Untuk mengatasi cegukan sementara waktu bisa dilakukan dengan cara:

1. Meminum air hangat

2. Tarik dan buang nafas, kemudian tampung di dalam kantong atau kertas 
tertutup selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam 
kantong tersebut. Maksudnya adalah untuk menahan dan meningkatkan CO2, sebab 
menurunnya jumlah CO2 dalam darah bisa menyebabkan cegukan. Setelah satu menit, 
Anda bisa beristirahat dan kemudian mengulangnya kembali.

3. Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa 
saat hingga cegukan hilang.
Pengobatan lain yang sering dilakukan adalah dengan menahan nafas atau menelan 
gula batu. Bisa juga minum air dingin sedikit demi sedikit dan mengeluarkannya 
dari sisi gelas yang salah. Semua itu dimaksudkan untuk mempengaruhi sistem 
saraf, sehingga menghentikan ritme cegukan. 

Tindakan lain adalah menarik dan mengeluarkan nafas dengan mulut dan hidung 
yang berada dalam kantong. Ini berdasarkan pemikiran bahwa karbondioksida akan 
meningkat saat kita menarik nafas, sehingga akan menekan aktivitas saraf di 
otak yang bertanggungjawab atas terjadinya cegukan.

Semoga membantu.

Toto

Jumat, 11 Juni 2010

Heinrich Rudolph Hertz

Heinrich Rudolph Hertz (1857 - 1894)

Heinrich Rudolf Hertz was born in Hamburg, Germany. His father was a prominent lawyer and legislator. In his youth Heinrich enjoyed building instruments in the family workshop. Hertz began his college studies at the University of Munich. After a short time he transferred to the University of Berlin, where he received his Doctor of Philosophy degree magna cum laude. In Berlin he was an assistant to Hermann von Guericke, Hall, Helmholtz, Héroult, one of the foremost physicists of the time. In 1883 Hertz became a lecturer in theoretical physics at the University of Kiel. Two years later he was appointed professor of physics at Karlsruhe Polytechnic. In the 1880s physicists were trying to obtain experimental evidence of electromagnetic waves. Their existence had been predicted in 1873 by the mathematical equations of James Clerk Maxwell, a British scientist. (portrait courtesy)
In 1887 Hertz tested Maxwell's hypothesis. He used an oscillator made of polished brass knobs, each connected to an induction coil and separated by a tiny gap over which sparks could leap. Hertz reasoned that, if Maxwell's predictions were correct, electromagnetic waves would be transmitted during each series of sparks.
To confirm this, Hertz made a simple receiver of looped wire. At the ends of the loop were small knobs separated by a tiny gap. The receiver was placed several yards from the oscillator. According to theory, if electromagnetic waves were spreading from the oscillator sparks, they would induce a current in the loop that would send sparks across the gap. This occurred when Hertz turned on the oscillator, producing the first transmission and reception of electromagnetic waves. Hertz also noted that electrical conductors reflect the waves and that they can be focused by concave reflectors. He found that nonconductors allow most of the waves to pass through. Another of his discoveries was the photoelectric effect. In 1889 Hertz was appointed professor of physics at the University of Bonn. (reference)
Hertz opened the way for the development of radio, television, and radar with his discovery of electromagnetic waves between 1886 and 1888. James Clerk Maxwell had predicted such waves in 1864. Hertz used a rapidly oscillating electric spark to produce waves of ultrahigh frequency. He showed that these waves caused similar electrical oscillations in a distant wire loop. He also showed that light waves and electromagnetic waves were identical (see Electromagnetism). Hertz was born in Hamburg.



Rabu, 09 Juni 2010

ini orang kediri




Anton Herman Gerard Fokker (6 April 1890 - 23 Desember 1939) adalah Seorang pelopor penerbangan dan produsen pesawat terbang Belanda - Amerika . Anthony (Tony) Fokker dilahirkan di Kediri, Jawa Timur. anak dari Herman Fokker seorang pemilik perkebunan kopi Belanda.




Early life

Anthony (Tony) Fokker was born in Blitar [1] (then Dutch East Indies, now Indonesia), son of Herman Fokker, a Dutch coffee plantation owner. Some sources say that he was born in Kediri. At that time, Blitar was a part of so-called Kediri Residency, a colonial-era administrative division whose capital was in Kediri.

Four years later the family returned to the Netherlands and settled in Haarlem in order to provide Tony and his older sister, Toos, with a Dutch upbringing. Tony was not studious but rather played with model trains and steam engines, and he did not complete his high school education. He devised a leak-proof tire but this was not an original invention and was already patented.

asli maluku neh!!!


Giovanni Christiaan van Bronckhorst (dipanggil Gio (dibaca "jo", lahir di Rotterdam, Belanda, 5 Mei 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pemain sepak bola dari Belanda. Sejak tahun 2003 ia bermain di Feyenoord Rotterdam di Eredivisie. Ia biasanya berposisi sebagai pemain tengah atau pemain bertahan.

Ia memperkuat Belanda pada Piala Dunia FIFA 1998, Piala Eropa 2000, Piala Eropa 2004, Piala Eropa 2008, serta Piala Dunia FIFA 2006.

Bronckhorst adalah salah satu dari beberapa pemain Belanda dalam tim nasional Belanda pada Piala Dunia 2006 yang berketurunan Indonesia. Ayah Bronckhorst adalah seorang Indo sementara ibunya berasal dari Maluku.

Pengikut

cari uang pake web sendiri