Kamis, 12 November 2015

Kamis, 17 November 2011

UNTUNG SEKARANG ADA INTERNET KALAU DULU??(INTERNET TELAH MENOLONG KU)

masih inget ga waktu pertama kali kalian belajar internet buka apa??

hayo... masih inget ga??

masih terukir di otak saya situs yang pertama kali saya akses

hadirun kecil saat itu masih kelas 1 SMP di SLTPN 114 JAKARTA,engga tau kenapa kok saya penasaran sama 1 toko yang penuh kaca,saya pengen banget masuk + liat-liat isi dari toko itu,,isi nya apaan sih??,kaya nya banyak banget yang keluar masuk

ke esokan hari nya saya beraniin diri bareng sama kawan saya hidayatullah hamdani(kiting) ke tempat yang aneh gelap+banyak tempelan poster yang bertuliskan "Ragnarog"

setiba nya di dalam yang saya lakukan hanya berdiam sambil betanya" di dalam hati "ini tempat apaan??"

"mau internetan dek?" operator warnet nanya sambil ketawa-ketawa

"iya bang" belaga polos

"tuh di komputer 8 kosong maen aja,1 jam nya enem rebu(Rp.6000.-)" dulu masih Rp.6000/jam sekarang mah sudah ada yang 2000/jam

karena rasa penasaran yang belum terjawab akhir nya duduk lah saya di PC no 8 yang kebetulan pas di samping bilik operator,si kiting pun ikut duduk di samping saya

ternyata kiting sudah pernah buka internet sebelum nya(maklum kaka-kaka nya lebih update teknologi dari pada keluarga saya)

mulai lah membuka browser,saat itu masih memakai browser internet explorer

"ngapain nih tink?"bingung :P

"buka internet lah tung(panggilan untuk orang gendut alias kentung),kita buka gitar aja"

"owh..."sok ngerti..

http://GITAR/

agak sedikit aneh,,gitar?? terus di ketik nya dimana??terus pencet apa lagi??,,terus yang keluar paan??

Ya sperti itulah yang kami tulis di address bar

Tapi kok yang muncul bukan yang saya dan dani inginkan (maklum kita berdua kan anak band jadi menyangkut tentang alat music band termaksud gitar)

Tidak kehabisan akal akhirnya kita ketik kembali dengan kata “melodic”

Tiba-tiba abang operator teriak dari bilik nya

“website melodic ga ada tuh dek!!,jangan di enter terus!!”

Waduh kok bisa tau ya?? Kan kita beda bilik??

Karena kejadian itu saya jadi kecanduan ke warnet apa lagi pas saya kenal dengan situs “Friendster.com”, wow semakin hari semakin kecanduan,, ganti photo profile,ganti background profile,,hahah

Hampir 1 tahun saya kenal dunia friendster,mucul lah situs liveconnector.com disini kita bisa chating+liat profile dari teman chating saya,,dari sini saya kenal banyak kawan,dan menjadi wadah saya untuk sharing tentang ilmu computer.

2 tahun berlalu tiba lah ujian praktek, di pelajaran computer saat itu setiap siswa di wajibkan memiliki email lalu mengirimkan sebuah pesan untuk guru saya pak hadi,1 kelas bingung “apa itu Internet,dan apa itu Email?”

Lalu saya hadir menawarkan jasa pembuatan email+mengirimkan pesan ke guru saya dengan tariff Rp.5000/account,Alhamdulillah semua mau,

1 kelas saya ada 40 anak,2 di antara nya adalah saya dan hidayatullah hamdani,,jadi saya membuatkan 38 acount email dalam 1 minggu, dan dalam 1 minggu saya mendapat kan uang 5000 x 38 = Rp.190.000 wow sangat banyak bukan untuk anak kelas 3 SMP,,, untung sekarang ada internet kalo dulu?? Gimana dapet penghasilan tambahan?

Itu pengalaman saya saat SMP,saya beruntung mengenal internet lebih dulu di bandingkan dengan kawan sejawat saya

Saya juga punya pengalaman saat saya masih duduk di bangku kelas 1 STM di SMKN 36 JAKARTA

Saya sangat terbantu sekali dengan adanya internet,saat saya sedang active dengan kegiatan pramuka di,saya di utus untuk mengikuti kegiatan di luar Jakarta utara,tepat nya KEWARNAS.daerah jakarta pusat

di keluarga saya yang tau/mengenal daerah DKI Jakarta hanya kaka pertama saya,,tapi dia sedang dinas di luar kota jadi tidak ada yang bisa memberitahu dimana tempat KWARNAS berada,, saya baru ingat Internet pusat informasi,saya bergegas ke warnet,dan BINGGO!! Saya mendapatkan alamat+rute angkot ke KWARNAS

seperti itulah cerita saya tentang betapa penting nya internet di kehidupan sekarang,,

semoga cerita saya di arrtikel ini punya banyak manfaat..amieennn....

UNTUNG SEKARANG ADA INTERNET KALAU DULU??

“TERIMA KASIH”

Selasa, 24 Mei 2011

fitnah

Fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang. Kata "fitnah" diserap dari bahasa Arab, dan pengertian aslinya adalah "cobaan" atau "ujian".

Hal terkait fitnah adalah pengumuman fakta yang bersifat pribadi kepada publik, yang muncul ketika seseorang mengungkapkan informasi yang bukan masalah umum, dan hal tersebut bersifat menyerang pribadi yang bersangkutan.

Hukum penjelasan palsu "terutama ditujukan untuk melindungi kesejahteraan mental atau emosional penuntut". Jika publikasi informasi itu palsu, terjadilah kesalahan berupa fitnah. Jika komunikasi itu tidak salah secara teknis namun menyesatkan, kesalahan berupa penjelasan palsu bisa terjadi. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Fitnah)


fitnah

entah siapa yang di fitnah

dan siapa yang fitnah

ini yang saya rasakan di tempat kerja saya yang baru saya tinggalkan


memang sakit

mungkin ini cobaan

Selasa, 01 Februari 2011

jangan khawatir kehendak allah SWT

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Allah, ke mana Dia akan membawa hidup kita

"Seorang ayah mengajak puterinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobil menujuke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.
Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :
"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir …", jawab Ayah sembari tersenyum.
"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"
"Tahu, jangan kuatir …"
"Benar, tidak kesasar Ayah?"
"Benar, jangan kuatir …", jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"
"Tenang, nanti Ayah beli air mineral …"
"Terus kalau lapar?"
"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran …"
"Emang ayah tahu tempat restorannya?"
"Tahu, sayang .
"Emang ayah bawa cukup uang?"
"Cukup, sayang …"
"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"
"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita …"
"Emang di musium ada toiletnya?"
"Ada, jangan kuatir …"
"Ayah bawa tissue juga?"
"Bawa, jangan kuatir …", kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.
"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"
"Ayah cari jalan yang lebih cepat supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti . "

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung, "Kenapa Asa diam, sayang?"
"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pastitahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi.Padahal sesungguhnya Allah "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya. Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

Before You Trust Yourself,…

sumber : disini

sekilas tentang dayak

Suku Kenyah art of Dayak

Apo kayan, dari udara daerah ini tampak seperti lanskap yang mencolok diantara kerimbunan belantara. Diantara perbukitan, hutan lebat, atap rumah pemduduk tampak memencar. Inilah daerah di ujung utara Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Terletak di dataran tinggi seluas sekitar 60 km2., Apokayan seperti menutup diri dengan dunia luar. Selain jaraknya amat jauh dengan kota lain, alat transportasi ke Apo Kayan juga tak gampang.

Apo kayan hanya bisa dicapai dari tiga kota : Samarinda, Tarakan dan Tanjung Selor. Dari ketiga tempat ini perjalanan bias dilakukan lewat udara menggunakan peswat berbadan kecil seperti merpati dan cesna milik misionaris. Selain itu transportasi juga bisal dilakukan melalui sungai. Biasanya penduduk melewati sungai Kayan, Namun seringkali mengalami kesulitan, karena dihadang olehRiam Afun – Niagara kecil sepanjang 35 km. Penduduk biasanya lebih memilih jalan melingkar menghindari riam Afun, dengan waktu tempuh lebih lama.

Kehidupan di Apo Kayan sesungguhnya, dapat ditelusuri sepanjang sungai Kayan. Penduduk daerah ini berjumlah sekitar 4700 jiwa, sebagian besar membuat rumah sepanjang tepian sungai. Isini terdapat dua kecamatan yaitu Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir. Di Kayan Hulu tredapat lima desa yakni Long Ampung, Long Nawang, Long Nawang Baru, Long Temuyat, dan Long Payau. Sedangkan di Kayan Hilir ada tiga desa yakni sei Anai, Metun I, dan Data Dian.

Rumah rumah tinggal mereka masih khas. Uma Da’du atau Lamin adalah rumah asli peninggalan Dayak Kenyah yang masih utuh. Rumah adat ini dibuat dari kayu ulin, beratap sirap. Lamin di hiasi lukisan daun paku simetris dengan aneka warna. Bentuknya sebagian menyerupai tattoo di tangan kaum wanitanya . Mereka juga dikenal mahir membuat manik-manik dan pemahat handal patung Totem.

Kaum wanitanya cantik-cantik, berkulit putih. Keciali bertatto, mereka juga dapat dikenali dengan saratnya anting gelang ditelinganya. Dalam acara-acara tertentu misalnya pesta perkawinan, mereka kerap nenarikan Burung Enggang dan Tarian Gong. Belakangan tarian ini menjadi komuditas bagi para Turis yang datang ke daerah itu. Pemandangan ini dapat dilihat di desa Long bagun dan Long Iram.

Hubungan kekerabatan mereka mengikuti garis keturunan patrilinial. Dalam satu lamin dapat dijumpai hidup beberapa keluarga, mulai dari orang tua, anak, cucu, sepupu hingga keponakan. Dahulu kala sebuah lamin malah dapat menampung lebih dari 100 KK, sehingga tidak ada bentuk keluarga batih mutlak. Batih baru ada kalau sekiranya pasangan suami istri mau memisahkan diri dari lamin. Namun hal ini jarang dilakukan, karena pertimbangan ekonomi. Sebab, dengan memilih tinggal didalam lamin, segala persoalan dan kebutuhan sehari-hari menjadi tanggung jawab bersama. Hidup komunal demikian, tentu ada resikonya. Kerahasiaan menjadi kosakata yang nyaris tak mereka kenal. Kerahasiaan personal menjadi demikian tipis, agaknya hanyalah setebal kelambu.

Namun demikian mereka tetap taat pada adat lamin yang sehari-hari dikendalikan oleh kepala adat. Di dalam lami, kepala adapt menempati kamar bagian tengah. Bagi mereka, kepala adat adalah orang yang dipilih menurut garis keturunan bangsawan, yang dapat melindungi dan berwawasan luas tentang adat setempat. Dalam struktur masyarakat, posisi kepala adat berada dibawah kepala desa. Namun, dalam keseharian, kepala adat tampak lebih dihormati ketimbang kepala desa.

Transportasi darat di daerah ini belum berkembang baik. Mereka lebih menggunakan jalan setapak sebagai sarana komunikasi darat antara satu rumah atau satu tempat. Alat transportasi populer yang cukup membantu adalah lewat sungai. Mereka menggunakan ketinting (perahu motor) sebagai alat angkut, baik untuk manusia maupun hasil pertanian.

Mata pencaharian mereka memang bertani. Umumnya, sebagai peramu hasil hutan dan peladang berpindah. Perladangan dilakukan dengan sistem rotasi alam selama 4-7 tahun. Di desa Long Payao, Sei Anai, dan Metun I, sistem rotasinya sampai 10 tahun. Inilah, agaknya, mengapa suku Dayak kerap dituding sebagai perusak lingkungan hutan.

Suku dayak Kenyah, yang menjadi penduduk asli Apo Kayan, sebagian besar beragama Kristen dan Katolik. Sebagian kecil, terutama orang tua, masih ada yang animisme. Belakangan, seiring dengan masuknya para pendatang ke daerah ini, pemeluk islam sudah mulai bermunculan. Suku Kenyah adalah klan besar suku dayak- diantara klan Dayak di Kalimantan, Serawak, dan Sabah di Malaysia. Sebagai pengantar sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Kenyah, yang mengenal 14 dialek. Belakangan, munculnya generasi muda suku Kenyah yang mendiami Apo Kayan, bahasa indonesia mulai dikenal.

Klan besar Dayak Kenyah, konon, berasal dari keturunan para pedagang Cina dan suku Barunai (Brunai Darussalam). “Kami berasal dari Sungai Baram, wilayah suku Barunai,” ujar Labu Usad, kepala desa Nawang Baru. Karena sering berperang dengan suku Barunai lainnya, akhirnya berpencar menjadi empat wilayah. Satu diantaranya mendiami Dataran Apo Kayan.

Dalam perkembangannya, Klan ini terbagi menjadi 30 subsuku, yang memiliki nama tersendiri dan masing-masing memiliki kepala adat. Tak jelas, sejak kapan terjadi perpecahan dalam Klan besar ini. Namun, mengapa sampai terjadi perpecahan, itu hanya dapat diterangkan dengan “kata Sahibul Hikayat”.

Alkisah, Batang Laing-salah seorang kepala suku – menugaskan delapan warganya, empat lelaki dan empat wanita, untuk membuat Yunan (alat peras tebu). Yunan adalah syarat meminta restu kepada Dewa Peselong Loan. “Tum ta mita tan ya leka - Tolonglah kami mencari tanah subur.” Seorang dukun yang memimpin upacara kesurupan, sembari berkata, “A Untana ya suk tana Lurah Tana ya leka ya bileng – Ada tanah yang subur dan luas di lembah lurah yang jauh.”

Nah, petunjuk untuk menemukan “tanah perjanjian” itulah yang memunculkan perbedaan pendapa. Klan besar Kayak Kenyah mengalami pemencaran, sesuai dengan penafsiran masing-masing tentang letak tanah dimaksud, sampai kemudian membentuk kelompok menjadi 30 subsuku. Meski tempat tinggal antar – subsuku ini berpisah, tetap berada dilembah yang sama. Yaitu, membujur sepanjang Apo Kayan – Dataran Tinggi Kayan.

Masing-masing subsuku mempunyai “swing-awing” (keputusan adat tersendiri). Kecuali itu, setiap subsuku memiliki otonomi atas wilayah kerja tersendiri – misalnya atas daerah perburuan, ladang, sebagai hak ulayat masing-masing. Sebelum dataran Apo Kayan dimasuki misionaris, perbedaan antar-subsuku justru memunculkan pertentangan tajam yang berakibat buruk. Misalnya, hanya untuk mempertahankan ego subsuku, mereka tak segan-segan untuk mengayau (memenggal kepala) warga subsuku lain.

Seiring dengan masuknya misionaris, adapt jelek itu mulai hilang. Selain itu, juga karena kejenuhan mereka sendiri atas tingkah laku peperangan yang sadis dan melelahkan. Adalah peserang, kepala subsuku Umaq Tau, yang memprakarsai pertemuan antar subsuku. Ketika itu, diharuskan mengangkat sumpah bersama, yaitu sumpah Petutung yang dipimpin langsung oleh Peserang. Upacara dilangsungkan pagi hari, sembari minum air taring harimau dan babi, semua kepala suku menyatakan tobat. Maksudnya, “Kalau ada yang melanggar, hati, mata dan isi perutnya, akan dimakan harimau dan babi, “ujar Pue Pare, kepala adapt Long Temuyat.

Sejak itulah, warna kehidupan di Apo Kayan mulai bergeser. Peradaban mereka mulai jinak, dan mau diatur. Mereka mulai diliputi impian-impian akan perubahan gaya hidup. Tahun 1960-an, gelombang besar itu benar-benar terjadi. Sebagian penduduk keluar dari Dataran Apo kayan, menuju daerah baru yang relative dekat dan mudah dijangkau dari kota. “saya putuskan berpisah. Kita harus mencari kehidupan baru, “ujar Pelibut, kepala adat Kayak Kenyah Umaq, di Muara Wahau. Sepanjang sejarah eksodus suku Dayak Kenyah, adalah Pelibut yang banyak diikuti pengikut.

Upaya Pelibut dan teman-teman, sebenarnya, ditentang oleh kepala suku lain. Harapan mereka, Apo Kayan tak perlu ditinggalkan. Tetapi apa yang mesti dipertahankan?” Kehidupan sehari-hari di Apo Kayan susah.Garam saja sulit didapt.”kata Pelibut. Maka, ketika hari belum terang, rombongan Pelibut-yang meliputi anak dan istri serta harta benda – hijrah diam-diam, keluar dari Apo Kayan. Mereka menyusuri Sungai Boh, sambil bercocok tanam. Tak kurang dari setahun perjalanan menempuh hutan, sampai tiba di tempat tinggal sekarang Muara Wahau.

Agaknya, gelombang eksodus ini juga diikuti oleh sejumlah kelompok lain. Ada yang hijrah menyusuri Sungai Kayan sampai Sungai Oga Long Danum – kini Desa Metulang. Sampai disini, kelompok eksodus ini mengalami perpecahan lagi. Sebagian menuju Lalot Pubong (lumbung di tepi Sungai Nawang) sampai berakhir di Long Nawang.

Konsekuensi pergeseran gaya hidup ini adalah penerimaan berbagai bentuk perubahan dari budaya luar. Berbagai peralatan rumah tangga dan pertanian dari luar mulai dikenal, seiring dengan tersisihnya perlatan tradisional yang sebelumnya mereka miliki. Beberapa penduduk Apo Kayan mulai menantang kehidupan kota. Bahkan, tak sedikit kalangan generasi mudanya yang hijrah ke Samarinda, Tenggarong, Tanjung Selor. Malah, sudah ada yang mengadu nasib ke negeri jiran, sebagai buruh harian. “ Tiga bulan bekerja, saya bisa mengantongi uang sampai 1.000 ringgit”, ujar Amai Juk, yang bekerja di kebun cokelat, Serawak, Malaysia. Akibat banyaknya warga yang mengadu nasib keluar sejak tahun 1988, beberapa kampung kelihatan kosong. Sebut saja Desa Long Ikeng, Long Kelawit, Long Lemiliu, Long Sungan, dan Desa Marung.

Hal ini bisa terjadi karena Apo Kayan adalah gerbang perbatasan antara Indonesia-dan Malaysia. Kalau mau ke negeri sebelah, dapat ditempuh lewat dua jalur. Lewat Sungai Marung di Kecamatan Kayan Hilir, dan melalui hulu sungai Pengian di Kecamatan Kayan Hulu. Jalur Sungai Pengian adalah rute terpendek yang bisa dilewati. Dalam waktu sekitar tiga jam perjalanan dengan perahu dari Long Nawang, kita sudah bisa sampai perbatasan.

Dari Kubu Long Kenyah, jalan kaki selama tiga jam menembus hutan sampailah di Kubu Long Bulan dan Long Jawi di Serawak. Disini, sudah menunggu kendaraan taksi air milik Ma Laho- pedagang Cina asal Marudi. Kedua jalur ini dapat dilalui hilir-mudik oleh penduduk suku Dayak Kenyah, dan pelintas batas tradisional, tanpa dikenakan ketentuan imigrasi. Hanya dengan mengurus border pass di kecamatan seharga Rp. 500, mereka sudah bisa leluasa bolak-balik pergi dari Serawak ke Apo Kayan.

Apo Kayan, seperti halnya daerah lain di dataran bumi ini, memang tak bisa menghindar dari perubahan. Berbagai bentuk kegiatan penyembahan, misalnya kepada patung, mulai terkikis-menyusul masuknya misionaris ke daerah itu. Sekolah-sekolah dibangun, kegiatan sosial pun muncul. Tak sedikit generasi baru Apo Kayan yang meneruskan sekolah di jenjang perguruan tinggi di Samarinda. Di antara yang sukses, malah sudah ada yang bekerja di Pemda Kalimantan Timur.

Tinggal kaum tua dan sebagian warga yang mencoba tetap bertahan di Apo Kayan, dengan segala atribut : adat, tradisi, dan agama. Mereka memilih setia pada Apo Kayan, meski bahan pokok sehari-hari relatif mahal ketimbang kota. Toh, akibat pengaruh kaum pendatang, mereka juga mulai mengenal budidaya tanaman keras seperti lada, vanili, kopi- sebagai usaha sampingan. “ Kesulitan kami adalah transportasi, sehingga bahan pokok mahal, “ujar Marcus, pemilik sebuah toko di Long Nawang.

Kecuali itu, pada merekalah, masih dapat dilihat tatto, anting-anting, kerajinan mandau, manik-manik, tarian burung Enggang, dan tarian Gong. Agaknya, memang, tak semuanya mesti berubah. (oleh frans aso, foto by hari widjayanti, bram T &frans aso )


sumber: disini

baru update

dah lama g update blog..

hahahah
sekarang ane ada di putussibau

kota nya orang dayak

sumpah wa ga mau lagi dah klo di kirim kesini lagi

bete abis...

Selasa, 09 November 2010


kali ini kita menceritakan seorang rekan kerja saya di PT.Tangara Mitrakom

namanya : tri nur kholis
asal : jogja



senang bercanda namun serius dalam pekerjaan

beliau memliki rasa tanggung jawab yang besar

ia patut jadi contoh teladan

Jumat, 17 September 2010

kabar gembira yang menyedihkan!!


berita bahagia untuk diriku

tapi tidak untuk keluarga ku

huhu T_T

seneng banget bisa liat nama wa terletak di antara nama" orang yang lulus seleksi tahap awal

memang tidak membanggakan tapi ini sebuah kemajuan untuk ku

setidak nya jeri payah wa selama ini g sia"


beda dengan tanggapan keluarga ku apa lagi di mata seorang bapak

ia malah menganggap ini hal biasa

malah ia mengatakan "g mungkinj kamu lolos,pa lagi kamuv g penah berlajar,maen mulu,males lagi

hue..!!

sedih,,bete males

dah lahk g ada yang harus di banggain dari wa


hue!!

1 kenang"an yang g akan mungkin wa lupain..

allhamdulillah ya allah kau memberiku nikmat yang berlebih

Senin, 30 Agustus 2010

daftar CPNS di e-cpns.depkumham.go.id



wuhfft...


susah nya daftar jadi CPNS

mudah"an za ada hasilnya+ yang psti menyenangkan
hehehhe

dari komputer ngelek,,

g konek alias RTO

wah macem" dah

sekarang bisa

neh hasilnya!!!

Selasa, 24 Agustus 2010

sang penenang hati


nama : Diah Kartika
tempat tanggal lahir: majalengka 26 april 1992

















sekilas tak ada yang menarik di diri nya

tapi tau kah kalian??

ia telah merubah hidup ku jadi lebih hidup
ucapan nya yang lembut meluluhkan hati ini

tenang namun menyenangkan

banyak cerita tentang dia

cerita yang tak akan pernah usang


diah kartika

tunggu aku menjemput mu


I LOVE YOU!!!


tak banyak kata yang bis ku ungkap kan untuk dirimu




Rabu, 11 Agustus 2010

stroke!!!!!


Sering terjadi, seseorang diserang penyakit stroke tanpa menyadarinya, karena tidak memahami tanda-tanda atau gejala awalnya. Seringkali stroke juga menyerang orang-orang tertentu dan pulih sendiri, lebih dikenal sebagai transcient ischemic attack (TIA) yang disebut juga stroke sementara.

Sejatinya, seperti diungkapkan Dr.Hermawan Suryadi, Sp.S, dari Karmel Stroke Center, Jakarta, TIA adalah salah satu pertanda bakal ada serangan stroke. Banyak penderita mengaku pernah mengalami gejala serangan stroke dan sembuh dengan sendirinya.

Sekitar 20-40 persen stroke didahului oleh TIA. Karena itu jangan terkecoh dan jangan sekali-kali mengabaikan serangan TIA. Dibutuhkan kewaspadaan tinggi pada orang-orang yang berisiko terkena stroke bila mengalami gejala-gejala di bawah ini:

- Muncul tanda-tanda kehilangan rasa atau kelemahan pada muka, bahu, atau kaki, terutama bila hanya terjadi pada separuh badan.

- Merasa bingung, sulit berbicara atau menangkap pembicaraan lawan bicara.

- Kesulitan melihat pada sebelah mata atau keduanya.

- Tiba-tiba kesulitan berjalan, merasa pusing, dan kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

- Sakit kepala yang amat sangat tanpa diketahui apa penyebabnya.

Bila Anda memiliki tanda-tanda tersebut, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan.

sumber :http://mypotik.blogspot.com/2010/07/kenali-tanda-gejala-munculnya-serangan.html

.

Kamis, 05 Agustus 2010

keyboard

Pernahkah Anda bertanya, mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa “QWERTYUIOP” dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti “ABCDEFGH” dan seterusnya? Mungkin sebagian dari komendan2 sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau komendan belum tahu ane bahas di sini.

Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

topeng sahabat

J-Rocks – Topeng Sahabat


Topeng Sahabat - J-Rocks


wahai sahabatku

kuingin engkau tahu

akan sakitnya hatiku

karena kelakuanmu


yg tlah kita sepakati

ternyata kau khianati

kau bermanis di depanku

untuk membuatku tertipu


reff: dan semua ternyata dusta belaka

kau membuat sebuah luka

luka yg takkan pernah hilang


wahai sabatku

kuingin engkau tahu

akan sakitnya hatiku

karena kelakuanmu


yg tlah kita sepakati

ternyata kau khianati

kau bermanis di depanku

untuk membuatku tertipu


repeat reff


semua kisahmu hanyalah topeng belaka

kau inginkan sang dewiku

untuk berpaling kepadamu



Lirik lagu J-Rocks – Topeng Sahabat ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.

Sabtu, 31 Juli 2010

belajar setia dari kisah seekoar anjing dan majikan nya (HACHIKO)

Hachikō

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Hachikō
Hachiko.JPG
Hachikō di usia senja
Spesies Anjing
Ras Akita Inu
Jenis kelamin Jantan
Lahir 10 November 1923
Dekat kota Ōdate, Prefektur Akita
Mati 8 Maret 1935 (umur 12 tahun)
Shibuya, Tokyo
Makam Museum Sains Nasional Jepang di Ueno, Tokyo.
Pemilik Hidesaburō Ueno
Warna Putih

Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.

Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Kisah hidup

Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya

Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Opset tubuh Hachikō di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Tokyo
Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachikō

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Patung Hachikō di depan Stasiun Ōdate

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Sabtu, 17 Juli 2010

Bukan Sayur Asem Bila Tanpa Buah Asem

Sayur Asem (resep.dekap.com/sayurasem.php)

Sayur asem selalu identik dengan buah asem sebagai penambah rasa. Maka itulah dinamakan sayur asem. Tetapi bisa saja buah asem diganti dengan jenis bumbu lain yang berasa asam seperti jeruk nipis. Tetap saja kurang lengkap identitas penamaan sayur asem bila tanpa buah asem.

Hal ini berlaku juga dengan perjalanan spirituil saya ke Sanghyang Sirah. Ada beberapa tulisan tentang perjalanan ke sana lengkap dengan foto-fotonya. Tetapi sebagai pelengkap untuk menambah kesempurnaan perjalanan tersebut maka saya akan menampilkan 2 buah video yang mungkin dapat memuaskan keingintahuan pembaca. Memang sich ada yang sebel dengan saya tapi biarlah. 2 buah video ini bisa menjadi pembuka pengetahuan yang lagi sebel untuk lebih mempersiapkan diri bila benar-benar ingin berkunjung ke Sanghyang Sirah. Selamat Menikmati.



sumber : http://ruddabby.wordpress.com/2010/04/23/bukan-sayur-asem-bila-tanpa-buah-asem/

Minggu, 20 Juni 2010

menulis hurup arab di microsoft word

Mungkin anda sempat bertanya-tanya atau bingung, kok bisa ya nulis arab seperti kita mengetik biasa. Ga usah khawatir, berikut ini akan aku jelasin, bagaimana setting Ms Word agar dapat menulisksn bahasa arab dengan OS Windows XP

Langkah 1

Siapkan dahulu CD Installer Windows XP

Kemudian install Bahasa, dengan langkah sbb :

1. Control panel > Regional and Language Options
2. Klik tab "Languages"
3. check checkbox "Install files for complex script and right to left language (including Thai)". Jika ada kotak dialog pilih aja OK.
4. Klik tombol "OK", jika diminta untuk memasukkan CD installer Windows XP. Masukkan aja.
5. Restat Komputer

www.hariesdesign.com

Langkah 2

Kemudian mengaktifkan keyboard Arabic

1. Buka Control panel --> Regional and Language Options
2. Klik tab "Languages", kemudian klik tombol "Details..."
3. Klik tombol "Add" dan pilih input language: Arabic (Saudi Arabia), kemudian OK.

www.greatlistdirectory.com

Perhatikan pada box Installed Services sekarang ada tambahan AR Arabic (Saudi Arabia) atau di sebelah kiri Systray sekarang ada Language bar, yang mana bisa kita switch antara keyboard EN (English) dan AR (Arabic). Sekarang kita sudah bisa menulis arabic dengan aplikasi apapun ketika languagenya kita set ke arabic. Bisa dengan notepad, OpenOffice Write, CorelDraw,bahkan ke dalam kotak content seperti sekarang ini.

www.e-howdowedo.com


Langkah 3

Selanjutanya ketika kita buka Microsoft Word kita akan mendapati tombol Left to Right dan Right to left pada toolbar Formatting. Biasanya letaknya di sebelah kanan tombol Line Spacing.

Sekarang kita tambahkan sekalian tombol Keyboard Language supaya gampang diakses. Caranya:

1. Klik Tools --> Costumize
2. Klik Tab "Command"
3. Pilih Kategori "Format"
4. Cari Icon "Keyboard Language" dan drag n drop ke sebelah kanan tombol "Right to Left"

www.hariesdesign.com

Selesai


http://uangmayainternet.blogspot.com/2008/08/menulis-huruf-arab-di-ms-word.html

cegukan menyerangku!!!

Cegukan terlihat sepele, namun bila sudah berlangsung lama, menunjukkan ada 
sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Karena tidak hanya menyangkut 
tenggorakan, tapi juga organ-organ lain. Termasuk di dalamnya otot-otot 
diagfragma, katup di tenggorokan, dan susunan saraf pusat (otak). Serta saraf 
tepi.

Cegukan, dalam bahasa medisnya disebut Hiccup, disebabkan oleh kontraksi sekat 
rongga tubuh, atau kerap disebut diagfragma, yang terjadi secara mendadak. 
Kontraksi ini menimbulkan tarikan napas yang diakhiri secara refleks oleh 
tertutupnya lubang di antara kedua pita suara.  Tarikan napas akibat 
tertutupnya lubang tersebut menimbulkan suara khas waktu cegukan. Kejadian ini 
dapat timbul satu kali, dapat pula berupa rangkaian yang tak dapat 
dikendalikan. 

Normalnya, saat kita menarik napas, otot-otot diafragma akan turun, dan saat 
itu pula katup tenggorokan membuka, sehingga udara yang menekan ke atas tidak 
akan berbunyi. Akan tetapi, pada cegukan, saat menarik napas, terjadi kontraksi 
atau bahasa awamnya kram pada otot diafragma dan otot-otot antara tulang iga. 
Akibatnya, keduanya akan naik. Pada saat bersamaan, epiglotis (katup/klep di 
tenggorokan) pun tertutup, sehingga udara dari diagfragma yang naik ke atas 
akan menekan klep ini. Akibatnya, terjadilah cegukan. 

Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung 
refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini 
mengatur jalur pernafasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya 
klep ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau saraf tepi, namun 
merupakan respon dari keduanya yang terganggu.

Oleh karena saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di 
dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh penyakit yang serius. 
Sehingga, cegukan dapat pula menjadi gejala adaya radang di perut, penyakit di 
ginjal, masalah hati atau tumbuhnya tumor di leher yang mengganggu saraf, yang 
kemudian mengirim respon sehingga muncullah cegukan.

Pada dasarnya, cegukan itu ada 2 jenis. Jenis pertama disebut dengan cegukan 
ringan dan hanya berlangsung 1-2 jam, kemudian hilang sendiri. Penyebabnya 
paling sering karena adanya regangan di lambung; perubahan cuaca yang mendadak, 
dari panas ke dingin atau sebaliknya; memakan makanan yang terlalu panas atau 
dingin; minum alkohol, merokok atau mengalami stres.

Sedangkan jenis kedua, adalah cegukan permanen. Cegukan ini terjadi terus 
menerus, tak hanya berhari-hari atau berbulan-bulan, tapi juga bertahun-tahun. 
Cegukan jenis merupakan tanda atau gejala adanya gangguan di otak seperti 
gejala tumor di batang otak; gejala stroke, pada penderita stroke sering timbul 
cegukan; adanya infeksi di susunan saraf pusat; adanya herpes di dada sehingga 
mengganggu saraf tepi.

Di samping itu,u juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes 
dan hipertensi. Atau penderita kelainan ginjal, karena urenia. Juga karena 
gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti 
steroid atau obat tidur.

Di lihat dari jenisnya, kemungkinan besar cegukan bapak anda berasal dari 
penyakit darah tinggi dan kencing manis. Komplikasi dari kedua penyakit ini 
memang bisa merusak metabolisme tubuh dan menekan saraf-saraf di otak, 
khususnya susunan saraf pusat sehingga tidak berfungsi sebagaimana adanya. 
Tidak mengherankan jika cegukan itu bisa berlangsung sampai lama.

Untuk mengatasi cegukan sementara waktu bisa dilakukan dengan cara:

1. Meminum air hangat

2. Tarik dan buang nafas, kemudian tampung di dalam kantong atau kertas 
tertutup selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam 
kantong tersebut. Maksudnya adalah untuk menahan dan meningkatkan CO2, sebab 
menurunnya jumlah CO2 dalam darah bisa menyebabkan cegukan. Setelah satu menit, 
Anda bisa beristirahat dan kemudian mengulangnya kembali.

3. Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa 
saat hingga cegukan hilang.
Pengobatan lain yang sering dilakukan adalah dengan menahan nafas atau menelan 
gula batu. Bisa juga minum air dingin sedikit demi sedikit dan mengeluarkannya 
dari sisi gelas yang salah. Semua itu dimaksudkan untuk mempengaruhi sistem 
saraf, sehingga menghentikan ritme cegukan. 

Tindakan lain adalah menarik dan mengeluarkan nafas dengan mulut dan hidung 
yang berada dalam kantong. Ini berdasarkan pemikiran bahwa karbondioksida akan 
meningkat saat kita menarik nafas, sehingga akan menekan aktivitas saraf di 
otak yang bertanggungjawab atas terjadinya cegukan.

Semoga membantu.

Toto

Jumat, 11 Juni 2010

Heinrich Rudolph Hertz

Heinrich Rudolph Hertz (1857 - 1894)

Heinrich Rudolf Hertz was born in Hamburg, Germany. His father was a prominent lawyer and legislator. In his youth Heinrich enjoyed building instruments in the family workshop. Hertz began his college studies at the University of Munich. After a short time he transferred to the University of Berlin, where he received his Doctor of Philosophy degree magna cum laude. In Berlin he was an assistant to Hermann von Guericke, Hall, Helmholtz, Héroult, one of the foremost physicists of the time. In 1883 Hertz became a lecturer in theoretical physics at the University of Kiel. Two years later he was appointed professor of physics at Karlsruhe Polytechnic. In the 1880s physicists were trying to obtain experimental evidence of electromagnetic waves. Their existence had been predicted in 1873 by the mathematical equations of James Clerk Maxwell, a British scientist. (portrait courtesy)
In 1887 Hertz tested Maxwell's hypothesis. He used an oscillator made of polished brass knobs, each connected to an induction coil and separated by a tiny gap over which sparks could leap. Hertz reasoned that, if Maxwell's predictions were correct, electromagnetic waves would be transmitted during each series of sparks.
To confirm this, Hertz made a simple receiver of looped wire. At the ends of the loop were small knobs separated by a tiny gap. The receiver was placed several yards from the oscillator. According to theory, if electromagnetic waves were spreading from the oscillator sparks, they would induce a current in the loop that would send sparks across the gap. This occurred when Hertz turned on the oscillator, producing the first transmission and reception of electromagnetic waves. Hertz also noted that electrical conductors reflect the waves and that they can be focused by concave reflectors. He found that nonconductors allow most of the waves to pass through. Another of his discoveries was the photoelectric effect. In 1889 Hertz was appointed professor of physics at the University of Bonn. (reference)
Hertz opened the way for the development of radio, television, and radar with his discovery of electromagnetic waves between 1886 and 1888. James Clerk Maxwell had predicted such waves in 1864. Hertz used a rapidly oscillating electric spark to produce waves of ultrahigh frequency. He showed that these waves caused similar electrical oscillations in a distant wire loop. He also showed that light waves and electromagnetic waves were identical (see Electromagnetism). Hertz was born in Hamburg.



Rabu, 09 Juni 2010

ini orang kediri




Anton Herman Gerard Fokker (6 April 1890 - 23 Desember 1939) adalah Seorang pelopor penerbangan dan produsen pesawat terbang Belanda - Amerika . Anthony (Tony) Fokker dilahirkan di Kediri, Jawa Timur. anak dari Herman Fokker seorang pemilik perkebunan kopi Belanda.




Early life

Anthony (Tony) Fokker was born in Blitar [1] (then Dutch East Indies, now Indonesia), son of Herman Fokker, a Dutch coffee plantation owner. Some sources say that he was born in Kediri. At that time, Blitar was a part of so-called Kediri Residency, a colonial-era administrative division whose capital was in Kediri.

Four years later the family returned to the Netherlands and settled in Haarlem in order to provide Tony and his older sister, Toos, with a Dutch upbringing. Tony was not studious but rather played with model trains and steam engines, and he did not complete his high school education. He devised a leak-proof tire but this was not an original invention and was already patented.

asli maluku neh!!!


Giovanni Christiaan van Bronckhorst (dipanggil Gio (dibaca "jo", lahir di Rotterdam, Belanda, 5 Mei 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pemain sepak bola dari Belanda. Sejak tahun 2003 ia bermain di Feyenoord Rotterdam di Eredivisie. Ia biasanya berposisi sebagai pemain tengah atau pemain bertahan.

Ia memperkuat Belanda pada Piala Dunia FIFA 1998, Piala Eropa 2000, Piala Eropa 2004, Piala Eropa 2008, serta Piala Dunia FIFA 2006.

Bronckhorst adalah salah satu dari beberapa pemain Belanda dalam tim nasional Belanda pada Piala Dunia 2006 yang berketurunan Indonesia. Ayah Bronckhorst adalah seorang Indo sementara ibunya berasal dari Maluku.

Pengikut

cari uang pake web sendiri